Laman

Senin, 19 September 2011

P3K- IMKKU

P3K IM-KKU
P3K ini merupakan program kerja dari IM-KKU yang dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus- 1 September 2011. Program kerja ini dilaksanakan di Pantai Pulau Datok. Salah satu pantai yang terdapat di Kecamatan Sukadana Kabupaten Kyong Utara. Pantai ini paling banyak dikunjungi oleh masyarakat daerah Sukadana maupun dari luar kota salah satunya adalah Ketapang pada hari libur dan puncaknya adalah pada hari libur idul fitri kemaren.uhhhhh.. rame booo. 
foto pantai pulau datok bagi yang belom pernah lihat

 
Dari kiri – kanan, agus-tarmiji-agun-eko-gandra. Bawah kiri-kanan. Tuti- lela

 hari pertama tensi darah peserta yang ikut sekitar 20 orang. (foto tarmiji- agun)


 coba tebak mana tangan cewek? dan mana tangan cowok??
 kakinya juga he.....
 foto setelah naik banana boat huahhhhhh.. pengalaman yang menyenangkan dan menyenangkan pas dilemparkan ke laut ma drivernya huh sakit amat sampai keminum air laut........


 di beri aba - aba ama lela di suruh hormat ama matahari biar keren tapi guntiarnya yang kagak mau, terus agus yang beda sendiri dari mana aj belajar hormat sebelah kiri, ahhh payah...
karena aku ulang tahun 28 agustus kemaren so teman-teman pada ceburin aku ke laut.. uh sakit badanku luka-luka pas pulangnya ga berani kasi tau mama.... tapi ga hanya aku sendiri yang di ceburin guntiar juga, dia ulang tahunnya 1 hari setelah aku jadi sama - sama menderita d... he....

Minggu, 18 September 2011

IM-KKU


IM-KKU
I

M-KKU merupakan organisasi yang dibentuk oleh mahasiswa kedokteran Kayong Utara yang di mulai dari angkatan 2008 sampai sekarang angkatan 2011. Pembantukan organisasinya baru tahun 2011 pada tanggal 1 juli 2011, karena pada tahun sebelumnya pembentukan organisasinya masih terhambat dengan sedikitnya anggota. Kemudian pada tahun ini baru dapat dibentuk dengan sementara anggotanya baru 15 orang dengan 3 orang angkatan 2008, 2009, 2010 dan 6 orang 2011. Karena organisasi ini dibentuk baru tahun ini maka kesekertariatannya masih berpindah-pindah tapi biasanya di kampus Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTAN dan yang menjadi penaggung jawabnya masih belum ditemukan (masih mencari alumni Kedokteran dari Kabupaten Kayong Utara yang mau menjadi penanggung jawabnya).
            Logo yang di pakai masih menggunakan logo dari Fakultas kedokteran Untan  karena pembuatan logo belum ada kesepakatan. Tujuan dari pembentukan dari organisasi ini adalah agar ilmu pengetahuan yang di dapat selama masa kuliah dapat di terapkan dalam masyarakat pada saat libur.
Struktur organisasi dari IM-KKU adalah
Ketua        :     Guntiar Rachmadiansyah (2008)
Wakil ketua :   M. Tarmiji (2009)
Sekertaris :  Lela Mantili (2009)
Anggota     :  Agus Darmanto (2008)
                    Tuti Marinus Lailani (2008)
                    M. syafril (2009)
                    Eko saputro (2010)
                    Gandra (2010)
                    Sulastri (2010)
                    M. Subhan (2011)
                    M. Erwan (2011)
                    M. Jauhari (2011)
                    Tan Sri (2011)
                    Siti (2011)
                    Syarifi (2011)

*untuk informasi lebih lanjut tentang anggota di atas silakan comment di bawah ini.

Program kerja yang telah dilaksanakan adalah
1.       Bakti sosial Sekolah Dasar di SDN 1 Sukadana, SDN 1 Melano, SDN 1 Telok Batang di kabupaten Kayong Utara dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus - 20 Agustus 2011.
2.      Pembukaan STAND P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) dan Pengukuran Tekanan Darah secara gratis di pantai Pulau Datok Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara yang dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus - 1 September 2011 yang berada di bawah bimbingan dokter di Puskesmas Sukadana.  

Kamis, 25 Agustus 2011

Rasau- Melano

Perjalanan pulang bagi orang tertentu memang sangat melelahkan apalagi jarak yang ditempuh sangat jauh, memerlukan waktu berjam-jam untuk sampai kerumah. Tapi hasil yang diadapatkan sangat sulit untuk diucapkan, bertemu orangtua dan keluarga.

Perjalanan pulangku dimulai dari rasau yang harus ditempuh dengan waktu 1 jam dan jaraknya tidak aku ketahui belum lagi aspal yang rusak dan tidak rata. Perjalanan ini dapat ditempuh dnegan menggunakan motor, taxi, dan bus. Tapi pada perjalanan ini aku harus naik ojek, taksi yang biasanya aku tumpangi harus mogok terlebih dahulu. 
Untuk perjalanan ke melano harus menggunakan sepit boat dan ini memerlukan waktu 5 jam hingga ketujuan. Tidak mahal karena sebanding dengan cepatnya waktu yang ditempuh. Sepanjang perjalanan naik sepit ada 2 kali persinggahan di Batam (batang tikar), disini banyak menjual makanan khas dari daerah tersebut, yang paling khas adalah selai pisangnya yang terlihat seperti sate yang dipanggang. Persinggahan disini hanya 30 menit paling lama biasanya banyak menjual sea food yang dapat makan setelah menempuh perjalanan 2 jam dari Rasau kemudian juga terdapat fasilitas MCK dan penginapan yang lumayan murah.
Kemudian perjalanan dilanjutkan ke telok batang yang memerlukan waktu sekitar 2 jam, perjalanan ini menyusuri sungai Kapuas dan laut, jika perjalanan melewati laut maka siap-siap untuk terombang-ambing oleh ombak dan akan terasa pusing dan mual dan muntuh bagi orang yang tidak terbiasa.
Di telok batang penumpang tidak akan naik melihat kota kecil yang cantik tersebut yang hanya dikelilingi oelh laut karena pemberhentiannya hanya sebentar, menurunkan penumpang. Kemudian dilanjutkan ke melano disini perjalanan melewati laut dan makin terasa hentakan dari gelombang laut yang dijika duduk ditepi akan basah karena air laut dapat masuk.
Jembatan panjang dari jauh sudah dapat terlihat dari jauh jika sudah mendekati kota melano, kota yang harus ditempuh 15 menit dari rumahku. Kota yang banyak keluargaku, dari melano kerumahku dapat menggunakan ojek atau bus untuk yang mau keketapang

patofisiologi Gejala Modul Respirasi

1.       Batuk
·         Batuk merupakan refleks pertahanan yang timbul akibat iritasi percabangan trakeobronkial.
·         Bronkus dan trakea sangat sensitif terhadap sentuhan halus→benda asing/iritan dalam jumlah berapapun akan menimbulkan refleks batuk

·         ± 2,5 L udara diinspirasi→penutupan erat epiglotis & pita suara untuk menjerat udara dalam paru→kontraksi kuat otot perut untuk mendorong diafragma & otot intercostalis internus→tekanan dalam paru meningkat hingga 100 mmHg →pita suara & epiglotis tiba-tiba terbuka lebar→udara dalam paru yang bertekanan tinggi meledak keluar.
2.       Dispnea
·         Dipsnea/sesak napas adalah perasaan sulit bernapas dan merupakan gejala utama dari penyakit kardiopulmoner.
·         Gejala objektif sesak napas adalah penggunaan otot-otot pernapasan tambahan (sternokleidomastoideus, scalenus, trapezius dan pectoralis mayor), pernapasan cuping hidung, takipnea dan hiperventilasi.

·         Patofisiologi : peningkatan CO2 dalam cairan tubuh yang untuk menormalkannya kembali dengan bernapas kuat serta aktifitas otot-otot pernapasan yg besar.

3.       Sianosis
·         adalah warna kebiru-biruan pada pada kulit dan selaput lendir akibat peningkatan jumlah absolut Hb tereduksi.
·         Jumlah normal Hb tereduksi dlm jar kapiler 2,5 g per 100 ml
·         Sianosis terlihat bila Hb tereduksi mencapai 5 g per 100 ml atau lebih

4.       Clubbing
·         Merupakan terjadinya perubahan bentuk jari dengan pembesaran bulbous pada bagian segmen distal hingga mneyebabkan terjadinya peningkatan jaringan halus (soft tissue)
·         Tanda dan gejala: abnormalitas dari kuku pada garis longitudinal dan coronalnya, hipoksia dan terlihat sering juga bagian konjungtivanya dnegan banyak jaringan halus dan spongiosa kuku, bawah permukaan menjadi lebar dan bulbous. menjadi kasar atau tumpul
·         Akut sulit untuk di diagnosis sedangkan kronik sering ditandai pada penyakit paronychia dan Heberden’s nodes.n nerve, bersifat didapat bukan herediter.
·         Pathogenesis: tidak diketahui tidak ada hubungannya dengan penyakit akibat binatang, pada umumnya patogenesisnya adalah terjadinya vasodilaasi pembuluh darah pada fingertip termaksud terbentuknya penghubung anterovenous, hal ini mneyebabkan tekanan hidrostatik pada kapiler dan vena, transduksi pada cairan interstisiumalasan terjadinya vasodilatasi tidak jelas
·         Penyebab: masih sulit untuk menhubungkannya, insiden paling tinggi akibat endokarditis subakut bacterial, karsinoma paru, hemiplegia, chronic mountain sickness, and purgative abuse sangat tidak memungkinkan.



5.     Hemoptisis
·         Biasa disebut dnegan batuk darah. Perdarahan dapat berasal dari bronkus, paru atau hidung kerongkongan. Hemoptisi berbeda dnegan hematemesis (muntah darah). Jika darah diaspirasi dan dibatukkan dapat dikatakan itu adalah hemoptisis
·         Darah yang cerah dan bercampurkan dengan sputum yang berbusa, pH alkali dan berisikan alveolar makrofag dan mengandung banyak hemosiderin merupakan cirri-ciri dari hemoptisis sedangkan hematemesis darah yang berasal dari lambung selalu gelap dan pH asam, berisikan partikel makanan dan sering terjadi pada pasien dengan riwayat penyakit lambung.


Kamis, 16 Juni 2011

faktor pertumbuhan hematopoetik


Faktor Pertumbuhan Hematopoetik
a.       Sejarah
1950an Konsep modern mengenai pertumbuhan dan diferensiasi sel hematopoetik dikembangkan, para peneliti membuktikan peranan sel-sel limpa dan sumsum tulang dalam pembentukan kembali jaringan hematopoetik dan hewan-hewan yang diradiasi.  Tahun 1961, Till dan McCulloch mampu menunjukkan bahwa tiap sel hematopoetik dapat membentuk nodul hematopoetik makroskopik pada limpa tikus yang diradiasi, 1966, ditemukan peranan faktor pertumbuhan dalam hematopoesis menggunakan tehnik kultur sumsum tulang. Kemudian tahun 1977 dilakukan penelitian yang menyeluruh mengenai terbentuknya eritropoetin. 1

b.      Fisiologis
Faktor pertumbuhan hematopoetik dan limfopoetik dihasilkan oleh sejumlah sel sumsum tulang dan jaringan perifer. Faktor pertumbuhan merupakan senyawa glikoprotein yang aktif pada konsentrasi yang sangat rendah, dan biasanya aktif terhadap lebih dari satu garis keturunan sel. Sebagian besar menunjukkan interaksi sinergis dengan factor-faktor lain, seperti suatu “jaringan kerja”, yang stimulasinya terhadap suatu garis keturunan sel oleh suatu faktor pertumbuhan akan mnginduksi produksi faktor pertumbuhan tambahan. Akhirnya biasanya faktor pertumbuhan bekerja pada beberapa titik dalam proses ploriferasi dan diferensisasi sel serta dalam fungsi sel matang. 1
              Faktor pertumbuhan hematopoetik merupakan hormon glikoprotein yang mengatur proliferasi dan diferensiasi sel-sel progenitor hemopoetik dan fungsi sel-sel matur. Faktor pertumbuhan dapat bekerja secara lokal di tempat produksinya melalui kontak antar sel atau bersirkulasi dalam plasma. Zat-zat tersebut dapat berinteraksi dengan matriks ekstraseluler untuk membentuk celah tempat sel induk dan sel progenitor melekat. 2
            Limfosit T, monosit (dan makrofag) serta sel stroma merupakan sumber faktor pertumbuhan kecuali eritropoetin, yang 90 % nya disintesis di ginjal dan trombopoetin yang terutama di produksi di hati.3 Antigen dan endotoksin mengaktifkan limfosit T atau makrofag untuk melepaskan interleukin-1 (IL-1) dan faktor nekrosis tumor (TNF) yang kemudian meransang sel lain termaksud sel endotel, fibroblast, sel T lain, dan makrofag untuk menghasilkan faktor pertumbuhan koloni granulost makrofag/ GM-CSF, G-CSF, M-CSF, IL6 dan faktor pertumbuhan lain dalam jaringan yang saling berinteraksi.2

Gambar Tempat Kerja Faktor Pertumbuhan pada Diferensiasi dan Pematangan Jalur-Jalur Sel Sumsum.1

c.       Jenis-jenis Faktor Pertumbuhan
1.      Eritropoetin
Menstimulasi proliferasi dan pematangan progenitor eritroid (BFU-E dan CFU-E) untuk meningkatkan produksi sel darah merah. Eritropoetin dihasilkan oleh sel interstisial peritubulus ginjal di bawah kendali gen tunggal pada kromosom 7 manusia dan sebagian kecil diproduksi di jaringan hati dan otak.3 Setelah dilepaskan, eritropoetin menuju ke sumsum tulang, kemudian berikatan dengan reseptor pada permukaan progenitor eritroid yang terlibat dan diinternalisasi.1
Pada saat ini sudah terdapat Eritropoetin rekombinan (recombinant human Erythropoietin/ rHuEPo) pada manusia yang diproduksi menggunakan jalur sel mamalia hampir identik dengan hormone endogen. Eritropoetin ini sangat efektif digunakan untuk  anemia (kadar Hb yang rendah),  terutama anemia akibat respons eritropoetin yang buruk terutama pada anemia gagal ginajl kronik, pada pasien AIDS, akibat kanker, pembedahan dan donasi darah autolog, dan penggunaan lainnya.3
Pada eritropoetin rekombinan ini dapat meningkatkan sintesis dari eritropoetin di ginjal sehingga pengangkutan oksigen dapat meningkat. Tetapi pada saat ini penggunaan eritropoetin rekombinan banyak gunakan oleh para atlet karena penggunaanya pada atlet dapat meningkatkan kinerja dari atlet tersebut. Efek samping yang dapat terjadi adalah memburuknya hipertensi yang ditandai dengan peningkatan hematokrit yang cepat. 3

2.      Faktor Sel Stem (SCF, ligan c-kit, factor Steel) dan LIGAN FLT-3 (FL)
Bekerja secara sinergis dengan rentang yang luas terhadap faktor penstimulasi koloni dan interleukin lain untuk menstimulasi sel stem yang terlibat dan bersifat puripoten. FL juga menstimulasi sel dendrit dan sel natural killer ( respon anti tumor) kemudian SCF juga mnestimulasi sel mast dan melanosit.1

3.      Interleukin (IL-1-12)
IL-1, IL-3, IL-5, IL-6, IL-9, IL-11
·         Bekerja secara sinergis satu sama lain dan SCF, GM-SCF, G-CSF, dan EPO untuk menstimulasi BFU-E, CFU-E,GEMM, CFU-G, CFU-M, CFU-E, dan pertumbuhan CFU-Meg.1
·         Berbagai peranan imunologis, termaksud stimulasi pertumbuhan sel B dan sel T
·         IL-6 menstimulasi sel myeloma manusia untuk berploriferasi
·         IL-6 dan IL-11 menstimulasi BFU-Meg untuk meningkatkan produksi platelet
IL-5
·         Mengendalikan kelansungan hidup dan diferansiasi eosinofil
IL-1, IL-2, IL-4, IL-7, IL-12
·         Menstimulasi pertumbuhan dan fungsi sel T, sel B, sel NK, dan monosit
·         Menstimulasi bersama sel B, T, dan LAK
IL-8, IL-10
·         Berbagai aktivitas imunologis yang melibatkan fungsi sel B dan T
·         IL-8 bekerja sebagai faktor kemotaktik untuk basofil dan neutrofil.1

4.      Faktor Penstimulasi-Koloni Granulosit Makrofag (GM-CSF)
GM-CSF bekerja secara sinergis dengan SCF, IL-1, IL-3, dan IL-6 untuk menstimulasi CFU-G, CFU-M, dan CFU-Meg untuk meningkatkan produksi neutrofil dan monosit. GM-CSF bersama dengan EPO dapat mendorong pembentukan BFU-E dan mempertinggi mikgrasi, fagositosis, produksi superoksida, dan toksisitas neutrofil, monosit, dan eosinofil yang diperantarai oleh sel dan bergantung antibodi, kemudian juga mencegah proteinosis alveoli.1
GM-CSF rekombinan (sargramostin) pada manusia merupakan glikoprotein dengan 127 asam amino yang diproduksi oleh ragi. Efek terapi utamanya adalah menstimulasi mielopoiesis. Penerapan klinis awal adalah terhadap pasien yang sedang menjalani trasnpalantasi sumsum tulang autolog. Dengan mempersingkat durasi neutropenia, morbiditas dapat dikurangi. Senyawa ini juga akan menstimulasi mielopoiesis pada beberapa pasien neutropenia siklik, mielodisplasia, anemia aplastik, atau neutropenia akibat AIDS.1
Penggunaan dosis yang tinggi dapat menyebabkan efek samping yang lebih sering muncul, seperti nyeri tulang, rasa tidak enak badan, gejala-gejala seperti flu, demam, diare, dispnea, dan ruam. Penggunaan GM-CSF pada pasien yang sensitive dapat menunjukkan reaksi akut terhadap dosis pertama yang ditanda dengan kemerahan di wajah, hipotensi, mual, muntah dan dispnea, serta menurunya kejenuhan oksigen arteri akibat sekuestrasi granulosit di sirkulasi pulmonari. Pada penggunaan jangka panjang dapat mengalami sindrom kebocoran kapiler, disertai edema perifer serta efusi pleura dan efusi perikadrial.1

5.      Faktor Penstimulasi Koloni Granulosit (G-CSF)
 Granulocyte-colony stimulating factor (G-CSF) merupakan protein hormon manusia yang tergolong sebagai sitokin dan memiliki aplikasi terapeutik sangat penting. G-CSF merupakan regulator penting dalam pembentukan sel darah putih (neutrofil) atau granulopoiesis dengan cara menstimulasi CFU-G, mempertinggi aktivitas fagositosik dan sitotoksik neutrofil dan beberapa fungsi sel granulosit neutrofil matang.4
G-CSF rekombinan merupakan salah-satu obat yang efektif mengatasi neutropenia. Neutropenia merupakan suatu kondisi dimana jumlah sel darah putih dalam tubuh sangat rendah sehingga tubuh rentan terhadap serangan penyakit. Neutropenia dapat terjadi akibat bawaan secara genetik (kongenital neutropenia) seperti neutropenia kronik atau disebabkan oleh sesuatu (neutropenia didapat) misalnya infeksi, kemoterapi kanker atau kekurangan nutrisi tertentu seperti vitamin B12, asam folat dan copper. 4
Pada kemoterapi kanker G-CSF rekombinan digunakan untuk meningkatkan kandungan sel darah putih khususnya dan mencegah komplikasi saat dan pasca kemoterapi kanker. G-CSF akan menstimulasi secara cepat terbentuknya koloni sel-sel darah putih yang rusak akibat kemoterapi dan memperkuat pertahanan tubuh terhadap serangan infeksi.4
Ada beberapa produk komersial hG-CSF yang tersedia di pasar saat ini antara lain filgrastim (Neupogen), lenograstim (Granocyte) dan pegfilgrastim (Neulasta). Filgrastim dan Pegfilgrastim adalah hG-CSF rekombinan yang diproduksi pada bakteria (E. coli) kemudian terdapat juga Lenograstim  yang diproduksi pada sel mamalia (sel CHO).4

6.      Faktor Penstimulasi Koloni Makrofag/ Monosit (M-CSF, CSF-1)
Faktor pertumbuhan myeloid merupakan glikoprotein yang menstimulasi proliferasi dan diferensiasi satu jalur sel myeloid atau lebih. Senyawa ini dapat meningkatkan fungsi monosit dan granulosit dewasa. M-CSF menstimulasi CFU-M untuk meningkatkan prekursor monosit dan mengaktivasi dan mempertinggi fungsi monosit/ makrofag.1

7.      Faktor Penstimulasi- Koloni Makrofag (M-CSF)
Kerja M-CSF menstimulasi CFU-M untuk meningkatkan prekursor makrofag/monosit dan bekerja sama dengan jaringan dan faktor pertumbuhan lainnya untuk menentukan proliferasi, diferensiasi, dan kelansungan hidup suatu rentang sel sistem fagosit berinti tunggal.
M-CSF rekombinan pada saat ini masih dalam perlu penelitian tetapi penggunaannya masih diterapkan walaupun dengan efek samping seperti splenomegali dan trombositopenia. M-CSF rekombinan yang digunakan lebih banyak dalam bentuk kombinasi dengan IL-3 dan FL pada prekursor sumsum primitive yang dapat memberikan respon neutrofil yang lebih besar daripada pemberian tampa kombinasi.1

8.      Trombopoietin (TPO, ligan Mpl)
Trombopoietin adalah pengatur utama produksi trombosit dan dihasilkan oleh hati dan ginjal. Trombosit mempunyai reseptor untuk trombopoetin (C-MPL) dan mengeluarkannya dari sirkulasi karena itu kadar trombopoetin tinggi pada trombostitopenia akibat aplasia sumsum tulang dan sebaliknya. Trombopoetin menstimulasi diferensiasi sel stem menjadi progenitor megakariosit, menstimulasi megakariosit secara selektif untuk meningkatkan produksi platelet, dan bekerja secara sinergis dengan faktor pertumbuhan lain, terutama IL-6 dan IL-1.2
Kloning dan ekspresi trombopoetin rekombinan pada manusia, yakni sitokin yang secara selektif menstimulasi megakariositopoesis. Efektivitas penggunaan kombinasi trombopoetin dengan G-CSF atau GM-CSF bersama dengan eritropoetin memberikan dampak besar terhadap pengobatan penyakit hematologi utama serta anemia, neutropenia, dan trombositopenia yang disebabkan oleh kemoterapi dosis tinggi.1










DAFTAR PUSTAKA
1.      Hardman, JG., Limbird, LE. 2008. Goodman dan Gilman Dasar Farmakologi Terapi, volume 2, edisi 10. Jakarta: EGC
2.      Hoffbrand, AH., Pettit JE., Moss PAH. 2005. Hematologi: kapita selekta edisi 4. Jakarta: EGC
3.      S Elliott. Review Erythropoiesis- stimulating agents and other menthods to enhance oxygen transport. Department of Hematology, One Amgen Center, Amgen Inc., Thousand Oaks, CA, USA, January 2008, 1-5.
4.      Fuadl, AM., Agustiyantil, DF., Santosol, A. Journal of applied and industrial biotechnology in tropical region; Konstruksi gen CSF3 sintetik penyandi granulocyte-colony stimulating factor (G-CSF) manusia dengan teknik PCR, oktober 2009, Vol. 2, No. 2.