Laman

Sabtu, 08 Juni 2013

GILANYA MENJADI ANAK KOS

Memilih untuk menjadi anak kos dan tinggal jauh dari orangtua adalah suatu pilihan yang berat bagi anak manja sepertiku. Segala sesuatu harus di kerjakan sendiri, harus betah tinggal dengan orang yang sifatnya berbeda-beda, harus menerima dengan lapang dada jika ada konser dadakan dikos padahal besoknya ada ujian. Mana kamar mandi harus berbagi dengan penghuni lainnya, yang jika bangun kesiangan terpaksa harus mengantri belakangan untuk mandi. Jika mandi kelamaan bakalan di teriakan “siapa di didalam, masih lama tidak? aku lagi sakit perut nih. Please cepat donk”.  Padahal hanya sebuah kamuplase saja karena sudah bosan menunggu.

 Belum lagi penghuni kos yang tidak tahu makna dari kebersihan, seenaknya saja membuang sampah sembarang, hingga menyebabkan mak hitam (sebutan kucing hitam) semakin senang bertamu, padahal sudah jelas-jelas tidak di undang. “SIAPA YANG BUANG SAMPAH DI SINI!! TIDAK LIHAT APA DILARANG BUANG SAMPAH DI SINI” makian seperti itu selalu muncul dengan spontan dari bibirku, walaupun di dekat sampah-sampah tersebut tidak diketahui pelakunya. Dengan malas akhirnya aku juga harus turun tangan untuk memungut sampah tersebut. Bukan karena di anggab sebagai anak bawang oleh ibu kos, tetapi sampah-sampah yang bertebaran seperti ini tidak akan ada yang bersedia untuk membersihkannya hingga ibu kos datang.

 Terkadang jika kita sudah lama tinggal, ibu kos akan menganggab kita sebagai orang kepercayaannya. Mengakibatkan setiap pembayaran uang sewa kamar, penghuni lainnya selalu menitipkan uangnya, “gue sibuk besok, jadi tidak ada di kos nitip ya” kata-kata manis dari penghuni kos lainnya selalu terucap, mau tidak mau aku harus mengambil uang yang dititipkan dan menyimpannya hingga telepon dari ibu kos muncul di layar ponselku. Awalnya aku berpikir mengapa semua penghuni kos menitipkan uangnya padaku, padahal mereka jelas-jelas ada di kamar, usut punya usut ternyata, mereka sengaja menghindari pemilik kos karena takut di naikkan tarif pembayaran, padahal alasan seperti itu tidak masuk akal sekali, mana mungkin tarif pembayaran akan naik pada saat pembayaran.

Memilih untuk menjadi anak kos bearti memilih untuk siap menjadi dewasa, siap untuk menentukan mana yang baik dan salah, mana yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Harus tahu kapan bilang tidak dan kapan bilang ya. Harus tahu sifat-sifat dari penghuni kos lainnya agar dapat di terima di dalam lingkungannya. Harus mulai belajar untuk mengurus keperluan diri sendiri dan intinya adalah harus bisa mengatur keuangan sendiri.

Jika tinggal bersama orangtua semuanya sudah di atur dan tidak perlu memusingkan hari ini mau makan apa ya? Air minum habis nih, belum di beli. Belum bayar sewaan kamar kos, malas mau memberikan uang terakhir pada ibu kos, tunggu di tagih oleh ibu kos dulu deh huuu…. dan lebih parahnya adalah Kok uang bulanan belum di kirim ya, padahal dompet sudah benar-benar tipis, mau minta dengan orangtua di rumah takut dimarahi karena baru di kirimkan 2 minggu lalu.

Tapi tinggal di kos tidak selalu jelek, masih banyak hal-hal yang menyenangkan. Jika kamu seorang yang welcome dan mudah sekali bergaul, maka tinggal jauh dari orangtua bukanlah suatu beban. Malahan itu akan menjadi suatu hal yang mengasyikkan karena ada beberapa pelajaran hidup yang dapat kita ambil dari tinggal mengekos. Kita akan belajar bagaimana menjadi seseorang yang tegar di depan lainnya, kita akan tahu bahwa ternyata menjadi anak kos adalah suatu ujian iman yang sangat berat. Apalagi, tidak semua penghuni kos mempunyai sifat yang baik terhadap kita, mungkin juga ada beberapa yang orangnya memang dari asalnya anak baik-baik dan bisa di ajak bekerja sama, tetapi tidak menutup kemungkinan juga ada penghuni kos yang mempunyai sifat buruk dan mengajarkan hal yang jelek-jelek terhadap kita.

“mau mencobanya? Ayolah tidak pahit kok, enak malah, sekali-kali tidak apa-apalah” suatu ketika ada anak kos yang menawarkan padaku untuk mencoba merokok. Dengan tampang yang penasaran aku juga sempat mencobanya, mengambil rokok yang masih menyala di jari tangannya kemudian mengisapnya hingga mengakibatkan aku tersedak dan terbatuk-batuk seperti nenek-nenek. Sensasinya membuat kita menjadi enak dan pengen mencobanya lagi dan lagi, ups.. tapi hati-hati kata mencoba bisa menjerumuskan kita ke dalam lingkaran setan kelaknya.

Anak kos juga terkadang sangat gokil, apalagi didalamnya dihuni oleh berbagai macam suku dan bangsa yang berbeda-beda. Salah satunya adalah penghuni kosku yang terdiri dari anak keturunan Cina, Dayak, Jawa dan Batak, semuanya bersatu sedangkan pemiliknya adalah orang berketurunan melayu. Kau akan tahu seperti apa suara yang akan ditimbulkan dari berkumpulnya etnis-etnis mayoritas tersebut. Jika terjadi kesalahpahaman maka masing-masing dari mereka akan berbicara dalam bahasa mereka, saling menghina, saling memaki, saling meyindir tanpa berujung dengan perkelahian.

Kata orang semakin kita mengenal dunia maka semakin pandailah kita. Sama juga artinya semakin banyak yang loe kenal maka semakin banyak juga ilmu yang di depat. Dengan mengenal orang yang berketurunan batak maka kau akan menjadi terbiasa dengan sifat keras dan suara nyaring yang membahana itu. So apabila loe lagi dimarahi tidak akan mudah tersinggung dan cepat nangis lagi. Dan kau akan lebih banyak tahu bahasa-bahasa daerah seperti “nang edong, ahe, siau a, ape die, orok opo-opo” uh… banyak lagi, untuk sampai saat ini hanya bahasa daerah itu saja yang bisa aku pahami dan menerapkannya dalam keseharian.

“kenapa pula kau, pulang-pulang berurai air mata” tanya kakak kos keturunan batak. Dengan suara khas bataknya yang selalu membahana, aku langsung terdiam setelah mendengar suaranya yang nyaring. Kekesalanku sedang memuncak pada saat itu, tetapi adanya kakakku satu ini membuatku menjadi tidak bisa melanjutkan rasa sedihku, bukan karena terhibur sudah di tanya tetapi ini dikarenakan penghuni kos lainnya saling membuka pintu kamar dan mengeluarkan kepalanya saking penasarannya dengan kata berurai air mata tadi hingga membuatku malu. Sejak kejadian itu aku menjadi tidak bisa pulang dalam keadaan berurai air mata lagi. Aku tidak mau menanggung rasa malu karena ketahuan tidak lulus pada saat ujian dan aku juga belum siap untuk menjadi artis dadakan yang dikelilingi oleh reporter amatir.

Tidak ada kata rahasia di dalam kos. Menceritakan hal bodoh mengenai kamar sebelah pada penghuni lainnya akan menyebabkan kita menjadi merasa bersalah keesokan harinya. Karena secara tidak langsung terdapat CCTV konvensional di dalam rumah kos. Saking banyaknya rahasia yang harus ditanggung menyebabkan dengan mudahnya keluar segala rahasia lainnya. antara satu penghuni dengan penghuni lainnya saling bersekongkol, ada atau tidak adanya ikatan pertemanan, persaudaraan atau lainnya rahasia yang sudah diceritakan akan menyebar hingga kemana-mana. so jangan pernah sekali-kalipun menceritakan kerburukan orang lain kepada sesama penghuni kos. Tapi kalau bisa hanya di simpan di dalam diri sendiri saja, dan jika ternayata tidak bisa juga disimpan, aku punya satu saran ngomong saja dengan bantal.

Berani mandiri bearti berani untuk segala hal. Di dunia ini terbagi menjadi dunia nyata dan dunia maya, begitu kata-kata yang sering aku dengar entah dari mana asalnya. So otomatis di kos juga ada penghuni lain selain dari dunia nyata. Sering bertandangnya mak hitam ke kos mengakibatkan rasa curiga kami sebagai penghuni kos bertambah. Mak hitam adalah kucing jalanan yang berbulu hitam, bermata hitam dan selalu mengeong pada waktu yang tidak tepat yaitu tengah malam. Kedatangan mak hitam awalnya tidak ada yang menginginkan. Mengurus diri sendiri saja tidak becus bagaimana mau mengurus mahluk hidup lainnya.

Jadinya semakin bertambahnya jam kesibukan, kami tidak pernah menghiraukan kedatangan mak hitam lagi. Tidak ada yang tahu jam berapa saja mak hitam datang dan tidak ada yang menyadari bahwa mak hitam sekarang semakin rajin berkunjung ke kosan, dan selalu meninggalkan jejak di garasi. Alhasil jika garasi pada umumnya di penuhi dengan bau oli, maka khusus garasi kosku dipenuhi dengan bau popnya kucing

Kata orang adanya kucing yang berciri-cirikan seperti mak hitam bearti petanda bahwa, si penghuni dari dunia lain sedang berada dekat si kucing, makanya si mak hitam mengeong terus menerus, karena aku tidak mengerti bahasa hewan jadinya aku tidak ambil pusing akan masalah seperti itu. Mungkin saja si mak hitam sedang berbagi informasi mengenai keadaan yang ada di dunia kucing kepada temannya atau bisa saja mereka sedang curhat bareng.

Eits, bagi orang-orang yang harus menggunakan reminder selama hidupnya, pilihan mengekos adalah pilihan yang sangat dianjurkan. Sesama penghuni kos biasanya saling mengingatkan seperti aku yang sangat kecanduan sekali main game, nonton, dan bahkan baca novel. Bagi anak kos yang sudah akrab terhadap kita, mereka tidak akan segan-segan mengingatkan hal-hal yang dilakukan adalah tidak baik. Peringatan secara halus biasanya selalu muncul tapi lama kelamaan akan menjadi tidak ada basa-basi lagi, malahan langsung menohok.

Jangan lupa selalu mengatakan “please, thanks ya” kepada sesama penghuni kos. Dengan adanya balasan kata-kata tersebut. Tidak hanya manusia, hewanpun akan bersikap baik terhadap kita. Kebiasaan kita yang suka menggunakan barang-barang di rumah tanpa meminta izin terlebih dahulu sebaiknnya perlahan-halan dikurangi atau dihilangkan. Barang-barang yang ada di rumah memang milik bersama karena di beli dan disiapkan oleh orangtua untuk kita pakai, jika di dalam kos, barang loe ya punya loe, barang gue ya punya gue, kalo mau harus minta. That is I hope this paper can help you.

Kamis, 04 April 2013

YOU ARE A DOKTER??? LET’S GO WITH ME



Menjadi mahasiswa fakultas kedokteran adalah suatu kebanggaan bagi keluarga gue apalagi, gue masuk ke fakultas kedokteran yang terpandang dengan cara mendapatkan beasiswa, di mana untuk masuk harus menyisihkan ribuan pendaftar. Setelah mampu melewati tahapan itu, perjalanan sebagai mahasiswa kedokteran bisa di bilang gampang-gampang susah. Banyaknya tugas yang harus dikerjakan dan kurikulumnya yaitu problem based learning yang mengharuskan mahasiswanya lebih aktif dan mencari bahan kuliah sendiri. Alih-alih jika mahasiswa tersebut lagi malas untuk belajar maka kegagalan akan lebih dekat didepan mata.
Masih menjadi anak koas saja terkadang masih ada pasien yang meragukan kemampuan gue, gimana kalo sudah menjadi dokter. Tidak segan-segan ada pasien yang sok pintar atau kebetulan pintar menguji gue sebagai seorang calon dokter. Biasanya dia menguji ketepatan gue saat menensi darah, memberikan diagnosis, bahkan terkadang mereka sampai mencampurkan bahasa inggris dengan bahasa Indonesia saat berbicara (beruntung bukan pakai bahasa melayu atau dayak bisa berabe), maksud hati mungkin untuk menguji gue mengerti atau tidak dengan bahasa yang dia pakai kali ya, tapi kalo menurut gue pastinya ada unsur pamer apalagi kalo ternyata gue kedapatan salah menjawab. Uh… pastinya suara tertawanya yang nyaring akan membuat hidup loe menderita karena sudah menjadi korban kemurkaannya kemudian disusul dengan berkurangnya ukuran postur tubuh loe dalam waktu 1 detik.
Banyak opini dari masyarakat mengatakan bahwa menjadi dokter itu bisa cepat kaya, iya jika sudah menjadi dokter yang terkenal dan banyak pasien opini ini dapat diberikan dua jempol dehh. Perlu mengorbankan waktu dan biaya yang sangat besar untuk mendapatkan gelar sebagai dokter kemudian menjadi orang kaya.
Sebagai seorang dokter banyak banget pengalaman hidup yang gue dapat. Pertama sebagai dokter jika ditugaskan ke daerah harus tahu semuanya, mengapa? Di daerah dokter di anggab sebagai dewa, dengan cacatan dewa adalah orang yang pintar dan tahu segalanya, dari pertanyaan yang tidak penting seperti “perbedaan waktu antara Indonesia dengan Cina berapa jam ya??” “Abraham lincon presiden Amerika Serikat yang ke berapa??” Sambil memutar bola mata ke atas mencari jawabannya.
Kalo ada permasalahan di desa gue diutus ama pak. RT untuk menyelesaikannya.. bisa dibilang pekerjaan gue pagi-siang mengobati orang sakit, malam jadi kader-kader desa, subuh tidur yang nyeyak di rumah. Haaaa…. Dengan ini gue jadi punya ide untuk memberikan saran buat para pembuat kurikulum kedokteran agar dimasukkan mata kuliah ilmu pengetahuan umum biar saat dapat pertanyaan kayak gue ini bisa jawab dengan mantap.
Tanggung jawab sebagai dokter sangat berat sekali, pada saat koas jika terjadi kesalahan tidak akan di tuntut dan di bawa ke meja hijau, karena masih menyandang title mahasiswa dan masih di bawah tanggung jawab dokter pembimbing atau biasanya dokter spesialis. Tapi kalo sudah menjadi dokter, semua tanggung jawab ada di tangan sendiri, hidup dan mati loe yang menentukan, mau menjadi dokter seperti apa nantinya? salah mendiagnosa pasien sudah dikatakan malpraktek dan akhirnya menyebabkan kamatian kemudian masuk penjara, benar mendiagnosa pasien, maka pasien yang datang juga akan banyak dan secara otomatis income juga banyak, jadi bisa dibilang ucapan dan tindakan loe sebagai dokter adalah masa depan loe.
 “dokter kok sakit sih??”tanya si pasien yang gue tangani
“Dokter juga manusia kali bu” jawab gue dengan muka tersenyum tapi di dalam hati dongkol banget.
Slogan itu yang selalu gue pakai jika ternyata sistem imun gue lagi ngedrop dan harus terpaksa menjadi orang sakit kemudian sembuh setelah itu mengalami flu dan batuk yang sembuhnya berminggu-minggu. Jika sudah dalam keadaan ini gue terpaksa harus memakai masker pada saat bekerja, karena gue tidak mau ada korban berikutnya yang jatuh sakit karena gue, wajarkan pasien yang gue tangani bisa memberikan pertanyaan seperti itu.

Selasa, 14 Agustus 2012

Hematopoesis

Proses pembentukan sel darah disebut hemopoiesis atau hematopoiesis. Sebelum lahir, hemopoiesis terjadi di dalam yolk sac embrio, dan kemudian terjadi di dalam hati, limpa, timus, dan nodus limfa fetus.  Sumsum tulang merah menjadi lokasi utama hemopoiesis sejak 3 bulan sebelum kelahiran dan berlanjut sebagai sumber sel darah setelah lahir dan sepanjang hidup. 1, 2

Sumsum tulang merah (red bone marrow) adalah jaringan ikat dengan vaskularisasi tinggi yang terletak diantara trabekula tulang sponge, terutama tulang-tulang yang menyusun aksis tubuh, dada, pelvis, dan proksimal femur dan humerus. Sekitar 0.05-1% dari sel  di sumsum tulang merah berasal dari jaringan mesenkim dan disebut stem sel pluripoten atau hemositoblast. Sel-sel ini mempunyai kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel. Pada neonatus semua sumsum tulang adalah merah dan aktif memproduksi  sel darah. Seiring pertambahan usia, sumsum tulang merah pada kavitas tulang panjang menjadi inaktif dan digantikan oleh sumsum tulang kuning (yellow bone marrow), yang isinya adalah sel-sel lemak. Pada situasi tertentu, seperti pada perdarahan berat, sumsum tulang kuning dapat kembali menjadi sumsum tulang merah melalui perluasan sel sumsum tulang merah pada area yang tersisa, terutama di proksimal tulang ke area sumsum tulang kuning dan menggantikan sel-sel lemak dengan sel pluripoten kembali.

Stem sel pada sumsum tulang merah terus menerus bereplikasi kembali menjadi stem sel baru, berproliferasi dan berdiferensiasi menjadi sel yang akan menjadi sel darah, makrofag, sel reticular, sel mast dan adiposit. Beberapa stem sel juga dapat membentuk osteoblas, kondroblas, dan sel otot. Sel reticular menghasilkan serat-serat reticular yang menyusun stroma/ kerangka yang menyokong sel sumsum tulang merah. Sekali sel darah dihasilkan di sumsum tulang merah, mereka akan memasuki sirkulasi melalui sinusoid (sinus), kapiler yang membesar dan bocor di sekitarnya. Kecuali limfosit, semua sel darah yang meninggalkan sumsum tulang merah tidak lagi mengalami pembelahan sel. 1, 2

Stem sel pluripoten di sumsum tulang menghasilkan dua tipe stem sel yang mempunyai kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai tipe sel dalam membentuk sel darah. Stem sel ini disebut sebagai stem sel myeloid dan stem sel limfoid. Stem sel myeloid memulai perkembangannya di sumsum tulang merah dan menjadi induk dari sel eritrosit, trombosit, monosit, neutrofil, eosinofil dan basofil. Stem sel limfoid memulai perkembangannya di sumsum tulang merah tetapi menyempurnakan perkembangannya di jaringan limfoid dan membentuk sel limfosit. Walaupun berbagai stem sel memiliki marker identitas pada  membrane plasmanya, secara mikroskopik mereka tidak dapat dibedakan dan tampak seperti limfosit.

Selama proses hemopoiesis, beberapa stem sel myeloid berdiferensiasi menjadi sel progenitor. Stem sel myeloid  lainnya dan stem sel limfoid berkembang langsung menjadi sel precursor. Sel progenitor tidak dapat lagi bereplikasi menjadi dirinya sendiri dan akan bereplikasi membentuk berbagai sel darah spesifik. Beberapa sel progenitor disebut sebagai colony-forming-unite (CFU). Singkatan ini menandakan lebih lanjut tipe sel matur apa yang akan dihasilkannya,  misalnya CFU-E akan menghasilkan eritrosit, CFU-Meg menghasilkan megakariosit, sumber trombosit, dan CGU-GM menghasilkan granulosit (terutama neutrofil) dan monosit, sel progenitor juga secara histologi mirip dengan limfosit dan tidak dapat dibedakan. 1, 2

Generasi berikutnya adalah sel prekursor (-blast). Setelah beberapa kali pembelahan mereka akan berkembang menjadi bagian sesungguhnya darah. Sebagai contoh, monoblast akan berkembang menjadi monosit, eosinofilik mieloblast akan berkembang menjadi eosinofil dan lain-lain. Sel precursor dapat dibedakan penampakannya secara histolgis.

Berbagai hormone yang disebut hemopoietik growth factor mengatur diferensiasi dan proliferasi sel progenitor tertentu. Eritropoietin (EPO) meningkatkan jumlah sel progenitor eritrosit. EPO dihasilkan oleh sel di ginjal dan terlentak diantara tubulus ginjal (sel interstitial peritubular). Jika terjadi gagal ginjal, pelepasan EPO melambat dan produksi eritrosit tidak adekuat.  Trombopoietin (TPO) dihasilkan oleh sel hati, menstimulasi pembentukan trombosit dari megakariosit. Berbagai tipe sitokin mengatur perkembangan berbagai tipe sel. Sitokin adalah glikoprotein kecil yang dihasilkan oleh sel seperti sel sumsum tulang merah, leukosit, makrofag, fibroblast dan sel endotel. Secara umum bekerja sebagai hormone lokal (autokrin/ parakrin). Sitokin menstimulasi proliferasi sel progenitor di sumsum tulang merah dan meregulasi aktivitas sel yang terlibat dalam pertahanan tubuh nonspesifik (misal fagosit) dan respon imun (seperti sel B dan sel T). dua keluarga penting dari sitokin yang menstimulasi pembentukan leukosit adalah colony-stimulating-factors (CFUs) dan interleukin. 1, 2

1.      Gerard J. Tortora and Bryan H. D. The Cardiovascular System The Blood In Principles of Anatomy And Physiology Volume 2,  12th ed.  John Wiley & Sons, Inc. 2009: 19: 689-713.
2.      Guyton, C. Arthur and John E. Hall. Textbook of Medical Physiology, 11th ed. Elsevier Inc. 2006 : 32: 421-426.

 

Segala sesuatu itu mungkin jika kita mau melakukannya, Tuhan akan mengabulkan segala permintaan kita jika memang permintaan tersebut layak untuk diberikan. Waktu terus bergulir permintaanku belum dikabulkannya, sudah berbulan-bulan permintaanku tapi sepertinya Tuhan belum berminat untuk memberikannya. Masih seperti biasa aku masih terlihat seperti orang bodoh yang tidak dapat berbuat banyak didepannya, segala yang aku lakukan selalu salah dan salah. Yah… aku sudah belajar banyak dan sudah diluar kepala tapi saat berhadapan dengannya semua sirna bagaikan debu, aku hanya dapat diam dan mati kutu.

Dapatkah kau pergi dan tidak dihadapanku lagi agar aku dapat menjadi yang lebih baik tanpa sepengetahuanmu, dan kembalilah jika aku sudah berhasil dan dapat mengajarimu yang lebih dari yang kau punya saat ini.  

 

Senin, 07 Mei 2012

Indah Pada Waktunya

1
Untuk pertama kalinya aku memberanikan diri melangkahkan kaki kekota asing yang sejuk dan lingkungan yang penuh dengan bahasa yang halus terdengar ditelingaku. Yah, untuk pertama kalinya aku pergi dengan seijin orangtuaku dan kedua orangtua yang menjodohkan aku dengan anaknya. Biasanya aku pergi tanpa berpamitan dan tanpa sepengetahuan orangtuaku, tapi kali ini berbeda, semuanya sudah diatur.
Sebenarnya terdapat rasa berat untuk aksi penjodohan ini jika tidak karna tertangkapnya aku pada saat keluar kota oleh tetanggaku, ibu Ratna. Selain karena bu Ratna yang ratu gosip dan apa yang diketahuinya akan tersebar entah kemana, tetapi ibu Ratna juga teman seperjuangan ibu dalam bergosip. Dengan secepat kilat kontan saja mengambil handphone dan menelpon ibu.
Pada saat itu juga ibuku langsung menelponku dan meminta pertanggungjawaban, dengan suara yang nyaring di ujung telpon, aku hanya dapat menarik napas dalam, jangan membantah ini bukan waktunya untuk berdebat. Mood untuk berlibur pupus sudah, ibu menggertakku jika aku tidak pulang dalam waktu satu minggu semua ATM, kartu kredit akan terblokir dan tidak dapat dipakai. Aku akan tinggal dijalanan dan mau tidak mau aku harus pulang ke rumah dan meminta maaf dan meminta kembali jatahku.
Ibu memang tidak pernah bermain-main dengan kata-katanya dan apalagi mengingkari janji jika memang menurutnya aku pantas untuk mendapatkan, Ia akan berusaha untuk melakukannya. Salah satunya adalah penjodohan ini, sebenarnya sudah lama aku ketahui niat ibu, apalagi aku sudah kuliah tingkat akhir dan ibu tidak mau anaknya menjomblo dan menjadi perawan tua. hanya saja ibu belum menemukan kesempatan yang baik untuk membuat aku mau untuk menurutinya.
Tapi ya sudahlah tidak ada salahnya mencoba
ibu bilang “kalau memang tidak cocok ya jangan diteruskan, ibu akan mencari yang lain yang lebih baik”, gubrak…
aku sudah mendapatkan nomor handphone dan foto sebagai modalku untuk mencari laki-laki yang akan dijodohkan. Jika dilihat dari foto tidak ada jeleknya, hanya saja hidungnya sedikit kempes jadi sedikit lucu dan imut wajahnya. Dia akan menjemputku dan menunggu di bandara, tapi saat mataku menyusuri kerumunan orang yang menjemput tidak ada wajah yang aku kenal.
Tapi tiba-tiba pencarianku berhenti dengan muka merah dan bingung. kok namaku terpampang sangat besar di pojokkan dengan tulisan Keren Pratama. Aduh seperti mencari orang hilang saja pakai acara ditulis di kertas lagi namaku.
Dengan perlahan-lahan melangkah aku memperhatikan wajah yang ada didepanku, ternyata berbeda dengan yang ada di foto yang diberikan ibu, jangan-jangan mereka berbohong denganku. Ini terlihat lebih ganteng dengan wajah yang berkulit putih, tingginya 5 cm dariku, hidungnya mancung banget, oh… jika aku ingat-ingat perkawinan yang berbeda Negara yang dapat menghasilkan gen seperti ini.. heee…pelajaran biologiku tidak jelek-jelek banget..
Kalau begini seharusnya aku tidak menolaknya.


2
“ini bukan zaman siti nurbaya yang harus dijodohkan lagi ibu” kataku
“memangnya kamu mau jadi perawan tua? kamu itu tidak ada tanggung jawab keren, maunya jalan-jalan terus, kerja aja belum, mau sampai kapan?” dengan suara yang sedikit dihaluskan
“Nikah itu gampang ibu, kalau memang jodoh laki-laki tidak mungkin kemana”
“iya jodoh juga harus dikejar”
“pokoknya aku tidak mau”
“oke, kamu boleh memilih tidak mau tapi tidak ada kartu ATM, tidak ada Kartu kredit dan tidak ada lagi biaya dadakan semua”
Dengan tatapan bingung, apa yang harus aku lakukan tanpa kartu-kartuku. Dengan menahan tangis, diam memandang kakiku yang kukunya belum di cat..
“tidak ada salahnya mencoba ya.. ibu pasti tidak akan sembarangan menjodohkanmu dengan orang yang tidak di kenal, jadi tenang saja ibu sudah memilih bibit, bobot dan bebetnya, apalagi ini anak teman ibu, semuanya sudah ibu tahu”


3
“hi… Keren bukan?”
“iya”
“aku Daniel, temannya  willy, kebetulan dia lagi tidak dapat menjemput sekarang lagi sibuk keluar kota tapi jangan kecewa dulu tiga hari kedepan sudah pulang”
“oh…”
“mari kita ngomong di mobil saja ya”
Dengan langkah yang lesu ternyata harapanku habis sudah, ini bukan laki-laki yang akan dijodohkan denganku, aku tarik kembali deh kata-kata tadi ingin dijodohkan. tapi jika dilihat difoto ada sisi yang hampir mirip hanya beda hidung saja.
Laki-laki itu ternyata juga tidak mau dijodohkan, jika memang dia mau pastinya tidak akan membiarkan aku dijemput oleh temannya, hanya aku saja yang bodoh maunya disuruh-suruh ikut serta dalam perjodohan ini. Em… hanya dapat berdoa untuk bertahan dalam waktu 1 minggu ini setelah itu aku bebas.
Dengan kesunyian dalam mobil akhirnya aku berinisiatif untuk menyalakan music menekan tombol player, oh.. david arculate “something about love”.
“kamu suka lagunya?” kata Daniel
“iya david termasuk salah satu actor favoritku” kataku
“willy banyak menceritakan masalah perjodohan ini, aku rasa ini sedikit lucu apalagi kalian sama-sama tidak mengenal”
Aku hanya diam dan menatap Daniel berbicara
“apakah kalian sudah pernah menelpon?”
Aku menggeleng..
Tampaknya Daniel tahu kalau aku sedang tidak ingin berbicara banyak, jadi dia mengajaku makan kemudian mengantarku ke hotel tempat aku menginap. Ia berkata nanti sore akan datang lagi menjemputku untuk keliling Bandung, aku tahu itu hanya permintaan willy tapi Daniel tidak mengatakannya.
Waktunya untuk tidur, setelah tadi malam ibu membantu aku untuk memilih pakaian yang layak dipakai menurut ibu, tapi ternyata ibu lupa sudah menghabiskan waktu dikamarku dan baru menyadari waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, cepat-cepat ibu pergi dan berpesan untuk tidur lebih awal karena besok akan naik pesawat pagi.
Tapi kepergian ibu tidak membuatku untuk tidur lebih awal, hobiku untuk menulis timbul setelah rasa kantuk belum juga datang akhirnya aku baru dapat tidur pukul 2 pagi.
Ibu bangun lebih awal dariku, aku baru dapat tidur 2 jam sepertinya ibu tidak bisa tidur juga dan terlihat lebih bersemangat untuk membangunkanku.


4
Kota bandung memang tempat yang bagus, selain pemandangannya makanannya juga banyak yang beragam. Kota bandung banyak didomisili oleh suku sunda dengan bahasa aa dan neng untuk memanggil abang dan adik sebagai tanda sayang. Makanan pertama yang aku makan adalah telur yang digoreng tetapi berbentuk seperti gulungan kue, terlihat sederhana tetapi kreasi dari sebutir telur sangat bernilai sekali, dari sanalah aku menyukai makanan sunda.
Daniel banyak bercerita tentang Bandung, dari hal yang kecil hingga menurutku tidak penting juga diceritakannya, tapi aku mengagab itu bagus karena aku bukan tipe orang yang dapat berbicara banyak dengan orang yang baru aku kenal, dan ini kesempatanku untuk diam dan tidak perlu mencari bahan untuk pembicaraan.
Tapi satu hal yang masih mengganguku daniel tidak pernah membicarakan tentang willy selain di dalam mobil tadi siang.
Kami keliling Bandung hingga malam, tempat aku menginap juga sudah sangat sepi hanya ada aku dan daniel di ruang duduk, banyak sekali yang kami bicarakan, daniel teman yang enak di ajak ngobrol, sudah tidak ada rasa canggung lagi dengannya padahal kami baru kenal tadi siang,  hingga akhirnya david menanyakanku
“mengapa kamu mau dijodohkan? Apa pacar kamu tidak marah?”
“aku tidak punya pacar, kau tahu aku dan willy juga karna aksi perjodohan ibuku dan ibunya, jadi tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya”
“apa kau setuju? inikan hal yang dapat kau tolak, apalagi masalah masa depanmu?”
“entahlah, aku rasa tidak ada salahnya mencoba. Menurutmu bagaimana, terasa aneh bukan?” dengan tetap memperhatikan langit yang bertaburan bintang, aku tersenyum membayangkan apa yang akan terjadi jika ternyata laki-laki yang dijodohkan tidak datang juga…
Cukup lama kami duduk hingga akhirnya Daniel memecah kesunyian.
“aku harus pulang, aku rasa kau perlu menelpon willy untuk menanyakan keberadaannya setidaknya agar tidak merasa canggung pada saat bertemunya nanti”
Hanya menganggukkan kepala, karena tidak ada yang dapat aku jawab apakah perlu menolak atau tidak.
Dengan lambayan tangan Daniel meninggalkanku. Daniel tinggal di hotel yang sama denganku, kamar kami berseberangan dari jendela terlihat Daniel sedang mengetik di depan laptopnya. Terdapat rasa kagum terhadapnya dengan kesibukan yang banyak sekali dia masih tetap membantu temannya.


5
Kami sudah berkeliling, Daniel mengajakku ke museum, ketempat-tempat yang belum pernah aku pergi, dan mengajakku berburu kuliner. kami seperti pasangan kekasih saling memberi suapan, bergandengan tangan, terasa rasa aman, dan tidak ingin dia pergi, tidak ingin laki-laki yang dijodohkanku datang dan memisahkan kami. Oh.. tidak, apa aku mulai menyukainya? Tidak, ini tidak boleh terjadi ibu akan marah dan merasa malu dengan temannya tersebut. 
Kami duduk ditaman, suasana yang tenang dan terlihat langit sudah menguning dan mendung. Kami hanya diam dan memperhatikan kolam didepan,..dengan tetap menggenggam tanganku Daniel berkata “Karen apa kamu mau menjadi teman hidupku?”
Dengan tatapan terkejut aku menatapnya, ternyata dia juga sedang menatapku tidak ada kata-kata yang dapat aku ucapkan.
“apa yang kamu lakukan jika ternyata aku adalah laki-laki yang dijodohkan oleh orangtuamu?”
“apa maksudmu Daniel?”
“aku berharap kamu tidak marah, selama ini aku sudah berbohong”
Dengan menyipitkan mata, aku masih tetap menatapnya dengan pertanyaan yang banyak sekali dikepalaku, Daniel tetap melanjutkan bicaranya
“sebenarnya aku laki-laki yang dijodohkan oleh orangtuamu”
“apa?” dengan suara yang rendah karena terkejutku, aku masih tidak dapat melanjutkan pertanyaan. 
“aku berharap kamu tidak marah ya keren, awalnya aku juga tidak ingin dijodohkan makanya aku pura-pura menjadi Daniel”
“apa maksudmu? lalu siapa yang ada difoto itu?”
“itu adikku, kami punya wajah yang hampir sama, aku sengaja mengirim fotoku satu hari sebelum keberangkatanmu agar orangtuamu tidak sempat bertemu dengan orangtuaku”
Entah apa yang terjadi air mataku tiba-tiba mengalir, aku berusaha menahannya, apa ini karena aku senang atau aku merasa sedih karena selama ini aku telah dibohongi.
“keren please, jangan menangis aku tahu, aku salah maafkan aku ya”
Aku Hanya dapat mengangguk, dengan perlahan Daniel menghapus air mataku dan memelukku.
“jadi kamu tidak marahkan, apa kamu masih mau menjadi pacarku?”
“yah, aku mau, tapi dengan syarat”
“he… apa maksudmu dengan syarat?”
“please jangan memelukku dengan erat seperti ini, aku sesak napas tau”
Daniel melepas pelukannya…”itu syarat yang mudah sekali”


6
Hari ini, aku sudah dibandara, dengan tetap menggenggam tanganku, willy sepertinya tidak menginginkan aku pergi. Setelah kejadian ditaman dan kejujurannya. Aku sudah dapat memaafkannya, setidaknya dia juga menyukaiku, jadi tidak ada rasa marah yang dapat aku keluarkan padanya.
“aku harap kamu mau menelponku jika sudah sampai di rumah”
“iya Daniel”
“loh kok tetap manggil Daniel sih?”
“siapa yang suruh, pakai nama Daniel, jadinya aku ingat terus, wuek..”
“dasar, siapa juga percaya-percaya aja dengan omonganku”
“ih… kamu tuh ya tidak mau mengalah lagi, aku uda mau pulang sekarang”
dengan memelukku “ he…iya…hati-hati dijalan ya, jangan suka jalan-jalan lagi, jangan melirik laki-laki lain lagi, ingat aku banyak mata-mata disana”
“iya aku juga sudah tahu mata-matamu siapa”
Dengan melepas pelukannya.. kami berpisah dalam hati aku berkata ibu aku rasa candidat ibu lolos dalam seleksi, tidak perlu mencari yang lebih baik dari ini lagi, sudah cukup satu ibu..
Terasa berat langkahku tapikan kuliahku belum selesai, dengan semangat 45 aku ingin cepat-cepat menyelesaikan kuliahku dan kembali kesini jadi kami tidak perlu berpisah dalam waktu yang cukup lama seperti ini lagi.



7
Dengan senyum yang terpancar, dengan mata tertutup dan duduk tenang ditaman, aku dapat melihat ketenangan dari wajahnya. Terlihat rambut kecil bertebaran diwajahnya, ingin rasanya menggeser rambut yang menganggu, tapi aku tidak mengenalnya, apa hubungannya denganku.
Aku bertemu dengannya lagi di acara ulang tahun nenek, awalnya aku merasa terpaksa datang tapi kalau jadinya seperti ini sih tidak apa-apa. Tapi siapa dia mengapa dia ada di acara keluargaku. Dia duduk dipojok, ingin rasanya menemaninya tapi sepertinya dia asik bermain dengan handphonenya.
Untuk ketiga kalinya, aku menatap perempuan yang cantik didepanku, ingin rasanya tidak melanjutkan rencana yang sudah aku buat, tapi tidak boleh, ini harus tetap dilakukan, aku sudah terlanjut berbohong. Dia terlihat sangat dingin, jangan-jangan dia juga tidak menyukai aksi perjodohan ini, apa yang harus aku lakukan..
Mengapa ibu tidak memberitahuku terlebih dahulu siapa perempuan yang akan dijodohkan padaku. Setidaknya aku dapat bersiap-siap.
Dia juga menyukai music yang sama, sama-sama menyukai kuliner, sama-sama menyukai lukisan tapi tidak dapat melukis. Wajah dan senyumnya sudah kembali seperti semula seperti pertama kali aku bertemu dengannya di taman.
Di bawah sinaran rembulan, dia menatap bulan, dengan senyuman yang terpancar, oh… tidak, apa yang dipikirkannya.. Ingin rasanya memeluknya malam ini, tidak boleh ada lagi laki-laki yang dapat mendekatinya lagi.
Akhirnya aku dapat mengatakan sejujurnya, aku tidak dapat menahannya lagi, dia perempuan yang selama ini aku cari, gadis taman yang senyum yang tidak dapat aku lupakan.
Dia juga menyukaiku, akhirnya aksi perjodohkan ibu tidak berlanjut lagi, ibu aku hanya mau perempuan ini jangan ada lagi jadwal perjodohan untuk berikutnya. (end)

Selasa, 01 Mei 2012

masakan anak kos dan nasi kotak

 bakso tempe ala aurelia ita
 cap cay sotong
 oseng cangkok manis
 ikan sambal goreng
 nasi kotak easy
semur nanas