Sabtu, 08 Juni 2013
Kamis, 04 April 2013
YOU ARE A DOKTER??? LET’S GO WITH ME
Menjadi
mahasiswa fakultas kedokteran adalah suatu kebanggaan bagi keluarga gue apalagi,
gue masuk ke fakultas kedokteran yang terpandang dengan cara mendapatkan
beasiswa, di mana untuk masuk harus menyisihkan ribuan pendaftar. Setelah mampu
melewati tahapan itu, perjalanan sebagai mahasiswa kedokteran bisa di bilang
gampang-gampang susah. Banyaknya tugas yang harus dikerjakan dan kurikulumnya
yaitu problem based learning yang mengharuskan mahasiswanya lebih aktif dan
mencari bahan kuliah sendiri. Alih-alih jika mahasiswa tersebut lagi malas
untuk belajar maka kegagalan akan lebih dekat didepan mata.
Masih
menjadi anak koas saja terkadang masih ada pasien yang meragukan kemampuan gue,
gimana kalo sudah menjadi dokter. Tidak segan-segan ada pasien yang sok pintar
atau kebetulan pintar menguji gue sebagai seorang calon dokter. Biasanya dia
menguji ketepatan gue saat menensi darah, memberikan diagnosis, bahkan
terkadang mereka sampai mencampurkan bahasa inggris dengan bahasa Indonesia
saat berbicara (beruntung bukan pakai bahasa melayu atau dayak bisa berabe),
maksud hati mungkin untuk menguji gue mengerti atau tidak dengan bahasa yang
dia pakai kali ya, tapi kalo menurut gue pastinya ada unsur pamer apalagi kalo
ternyata gue kedapatan salah menjawab. Uh… pastinya suara tertawanya yang
nyaring akan membuat hidup loe menderita karena sudah menjadi korban
kemurkaannya kemudian disusul dengan berkurangnya ukuran postur tubuh loe dalam
waktu 1 detik.
Banyak
opini dari masyarakat mengatakan bahwa menjadi dokter itu bisa cepat kaya, iya
jika sudah menjadi dokter yang terkenal dan banyak pasien opini ini dapat
diberikan dua jempol dehh. Perlu mengorbankan waktu dan biaya yang sangat besar
untuk mendapatkan gelar sebagai dokter kemudian menjadi orang kaya.
Sebagai
seorang dokter banyak banget pengalaman hidup yang gue dapat. Pertama sebagai
dokter jika ditugaskan ke daerah harus tahu semuanya, mengapa? Di daerah dokter
di anggab sebagai dewa, dengan cacatan dewa adalah orang yang pintar dan tahu
segalanya, dari pertanyaan yang tidak penting seperti “perbedaan waktu antara
Indonesia dengan Cina berapa jam ya??” “Abraham lincon presiden Amerika Serikat
yang ke berapa??” Sambil memutar bola mata ke atas mencari jawabannya.
Kalo
ada permasalahan di desa gue diutus ama pak. RT untuk menyelesaikannya.. bisa
dibilang pekerjaan gue pagi-siang mengobati orang sakit, malam jadi kader-kader
desa, subuh tidur yang nyeyak di rumah. Haaaa…. Dengan ini gue jadi punya ide
untuk memberikan saran buat para pembuat kurikulum kedokteran agar dimasukkan
mata kuliah ilmu pengetahuan umum biar saat dapat pertanyaan kayak gue ini bisa
jawab dengan mantap.
Tanggung
jawab sebagai dokter sangat berat sekali, pada saat koas jika terjadi kesalahan
tidak akan di tuntut dan di bawa ke meja hijau, karena masih menyandang title
mahasiswa dan masih di bawah tanggung jawab dokter pembimbing atau biasanya
dokter spesialis. Tapi kalo sudah menjadi dokter, semua tanggung jawab ada di
tangan sendiri, hidup dan mati loe yang menentukan, mau menjadi dokter seperti
apa nantinya? salah mendiagnosa pasien sudah dikatakan malpraktek dan akhirnya
menyebabkan kamatian kemudian masuk penjara, benar mendiagnosa pasien, maka pasien
yang datang juga akan banyak dan secara otomatis income juga banyak, jadi bisa
dibilang ucapan dan tindakan loe sebagai dokter adalah masa depan loe.
“dokter kok sakit sih??”tanya si pasien yang
gue tangani
“Dokter
juga manusia kali bu” jawab gue dengan muka tersenyum tapi di dalam hati dongkol
banget.
Slogan
itu yang selalu gue pakai jika ternyata sistem imun gue lagi ngedrop dan harus
terpaksa menjadi orang sakit kemudian sembuh setelah itu mengalami flu dan
batuk yang sembuhnya berminggu-minggu. Jika sudah dalam keadaan ini gue
terpaksa harus memakai masker pada saat bekerja, karena gue tidak mau ada
korban berikutnya yang jatuh sakit karena gue, wajarkan pasien yang gue tangani
bisa memberikan pertanyaan seperti itu.
Selasa, 14 Agustus 2012
Hematopoesis
Proses pembentukan sel darah disebut hemopoiesis atau hematopoiesis. Sebelum lahir, hemopoiesis terjadi di dalam yolk sac embrio, dan kemudian terjadi di dalam hati, limpa, timus, dan nodus limfa fetus. Sumsum tulang merah menjadi lokasi utama hemopoiesis sejak 3 bulan sebelum kelahiran dan berlanjut sebagai sumber sel darah setelah lahir dan sepanjang hidup. 1, 2
Sumsum tulang merah (red bone marrow) adalah jaringan ikat dengan vaskularisasi tinggi yang terletak diantara trabekula tulang sponge, terutama tulang-tulang yang menyusun aksis tubuh, dada, pelvis, dan proksimal femur dan humerus. Sekitar 0.05-1% dari sel di sumsum tulang merah berasal dari jaringan mesenkim dan disebut stem sel pluripoten atau hemositoblast. Sel-sel ini mempunyai kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel. Pada neonatus semua sumsum tulang adalah merah dan aktif memproduksi sel darah. Seiring pertambahan usia, sumsum tulang merah pada kavitas tulang panjang menjadi inaktif dan digantikan oleh sumsum tulang kuning (yellow bone marrow), yang isinya adalah sel-sel lemak. Pada situasi tertentu, seperti pada perdarahan berat, sumsum tulang kuning dapat kembali menjadi sumsum tulang merah melalui perluasan sel sumsum tulang merah pada area yang tersisa, terutama di proksimal tulang ke area sumsum tulang kuning dan menggantikan sel-sel lemak dengan sel pluripoten kembali.
Stem sel pada sumsum tulang merah terus menerus bereplikasi kembali menjadi stem sel baru, berproliferasi dan berdiferensiasi menjadi sel yang akan menjadi sel darah, makrofag, sel reticular, sel mast dan adiposit. Beberapa stem sel juga dapat membentuk osteoblas, kondroblas, dan sel otot. Sel reticular menghasilkan serat-serat reticular yang menyusun stroma/ kerangka yang menyokong sel sumsum tulang merah. Sekali sel darah dihasilkan di sumsum tulang merah, mereka akan memasuki sirkulasi melalui sinusoid (sinus), kapiler yang membesar dan bocor di sekitarnya. Kecuali limfosit, semua sel darah yang meninggalkan sumsum tulang merah tidak lagi mengalami pembelahan sel. 1, 2
Stem sel pluripoten di sumsum tulang menghasilkan dua tipe stem sel yang mempunyai kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai tipe sel dalam membentuk sel darah. Stem sel ini disebut sebagai stem sel myeloid dan stem sel limfoid. Stem sel myeloid memulai perkembangannya di sumsum tulang merah dan menjadi induk dari sel eritrosit, trombosit, monosit, neutrofil, eosinofil dan basofil. Stem sel limfoid memulai perkembangannya di sumsum tulang merah tetapi menyempurnakan perkembangannya di jaringan limfoid dan membentuk sel limfosit. Walaupun berbagai stem sel memiliki marker identitas pada membrane plasmanya, secara mikroskopik mereka tidak dapat dibedakan dan tampak seperti limfosit.
Selama proses hemopoiesis, beberapa stem sel myeloid berdiferensiasi menjadi sel progenitor. Stem sel myeloid lainnya dan stem sel limfoid berkembang langsung menjadi sel precursor. Sel progenitor tidak dapat lagi bereplikasi menjadi dirinya sendiri dan akan bereplikasi membentuk berbagai sel darah spesifik. Beberapa sel progenitor disebut sebagai colony-forming-unite (CFU). Singkatan ini menandakan lebih lanjut tipe sel matur apa yang akan dihasilkannya, misalnya CFU-E akan menghasilkan eritrosit, CFU-Meg menghasilkan megakariosit, sumber trombosit, dan CGU-GM menghasilkan granulosit (terutama neutrofil) dan monosit, sel progenitor juga secara histologi mirip dengan limfosit dan tidak dapat dibedakan. 1, 2
Generasi berikutnya adalah sel prekursor (-blast). Setelah beberapa kali pembelahan mereka akan berkembang menjadi bagian sesungguhnya darah. Sebagai contoh, monoblast akan berkembang menjadi monosit, eosinofilik mieloblast akan berkembang menjadi eosinofil dan lain-lain. Sel precursor dapat dibedakan penampakannya secara histolgis.
Berbagai hormone yang disebut hemopoietik growth factor mengatur diferensiasi dan proliferasi sel progenitor tertentu. Eritropoietin (EPO) meningkatkan jumlah sel progenitor eritrosit. EPO dihasilkan oleh sel di ginjal dan terlentak diantara tubulus ginjal (sel interstitial peritubular). Jika terjadi gagal ginjal, pelepasan EPO melambat dan produksi eritrosit tidak adekuat. Trombopoietin (TPO) dihasilkan oleh sel hati, menstimulasi pembentukan trombosit dari megakariosit. Berbagai tipe sitokin mengatur perkembangan berbagai tipe sel. Sitokin adalah glikoprotein kecil yang dihasilkan oleh sel seperti sel sumsum tulang merah, leukosit, makrofag, fibroblast dan sel endotel. Secara umum bekerja sebagai hormone lokal (autokrin/ parakrin). Sitokin menstimulasi proliferasi sel progenitor di sumsum tulang merah dan meregulasi aktivitas sel yang terlibat dalam pertahanan tubuh nonspesifik (misal fagosit) dan respon imun (seperti sel B dan sel T). dua keluarga penting dari sitokin yang menstimulasi pembentukan leukosit adalah colony-stimulating-factors (CFUs) dan interleukin. 1, 2
1. Gerard
J. Tortora and Bryan H. D. The Cardiovascular System The Blood In Principles
of Anatomy And Physiology Volume 2,
12th ed. John Wiley
& Sons, Inc. 2009: 19: 689-713.
2. Guyton,
C. Arthur and John E. Hall. Textbook of
Medical Physiology, 11th ed. Elsevier Inc. 2006 : 32: 421-426.
Segala sesuatu itu mungkin jika kita mau melakukannya, Tuhan akan mengabulkan segala permintaan kita jika memang permintaan tersebut layak untuk diberikan. Waktu terus bergulir permintaanku belum dikabulkannya, sudah berbulan-bulan permintaanku tapi sepertinya Tuhan belum berminat untuk memberikannya. Masih seperti biasa aku masih terlihat seperti orang bodoh yang tidak dapat berbuat banyak didepannya, segala yang aku lakukan selalu salah dan salah. Yah… aku sudah belajar banyak dan sudah diluar kepala tapi saat berhadapan dengannya semua sirna bagaikan debu, aku hanya dapat diam dan mati kutu.
Dapatkah kau pergi dan tidak dihadapanku lagi agar aku dapat menjadi yang lebih baik tanpa sepengetahuanmu, dan kembalilah jika aku sudah berhasil dan dapat mengajarimu yang lebih dari yang kau punya saat ini.
Senin, 07 Mei 2012
Indah Pada Waktunya
1
Untuk pertama
kalinya aku memberanikan diri melangkahkan kaki kekota asing yang sejuk dan
lingkungan yang penuh dengan bahasa yang halus terdengar ditelingaku. Yah,
untuk pertama kalinya aku pergi dengan seijin orangtuaku dan kedua orangtua
yang menjodohkan aku dengan anaknya. Biasanya aku pergi tanpa berpamitan dan
tanpa sepengetahuan orangtuaku, tapi kali ini berbeda, semuanya sudah diatur.
Sebenarnya
terdapat rasa berat untuk aksi penjodohan ini jika tidak karna tertangkapnya
aku pada saat keluar kota oleh tetanggaku, ibu Ratna. Selain karena bu Ratna
yang ratu gosip dan apa yang diketahuinya akan tersebar entah kemana, tetapi
ibu Ratna juga teman seperjuangan ibu dalam bergosip. Dengan secepat kilat
kontan saja mengambil handphone dan menelpon ibu.
Pada saat itu juga
ibuku langsung menelponku dan meminta pertanggungjawaban, dengan suara yang
nyaring di ujung telpon, aku hanya dapat menarik napas dalam, jangan membantah
ini bukan waktunya untuk berdebat. Mood untuk berlibur pupus sudah, ibu
menggertakku jika aku tidak pulang dalam waktu satu minggu semua ATM, kartu
kredit akan terblokir dan tidak dapat dipakai. Aku akan tinggal dijalanan dan
mau tidak mau aku harus pulang ke rumah dan meminta maaf dan meminta kembali
jatahku.
Ibu memang tidak
pernah bermain-main dengan kata-katanya dan apalagi mengingkari janji jika
memang menurutnya aku pantas untuk mendapatkan, Ia akan berusaha untuk melakukannya.
Salah satunya adalah penjodohan ini, sebenarnya sudah lama aku ketahui niat
ibu, apalagi aku sudah kuliah tingkat akhir dan ibu tidak mau anaknya menjomblo
dan menjadi perawan tua. hanya saja ibu belum menemukan kesempatan yang baik
untuk membuat aku mau untuk menurutinya.
Tapi ya sudahlah
tidak ada salahnya mencoba
ibu bilang “kalau
memang tidak cocok ya jangan diteruskan, ibu akan mencari yang lain yang lebih
baik”, gubrak…
aku sudah
mendapatkan nomor handphone dan foto sebagai modalku untuk mencari laki-laki
yang akan dijodohkan. Jika dilihat dari foto tidak ada jeleknya, hanya saja
hidungnya sedikit kempes jadi sedikit lucu dan imut wajahnya. Dia akan
menjemputku dan menunggu di bandara, tapi saat mataku menyusuri kerumunan orang
yang menjemput tidak ada wajah yang aku kenal.
Tapi tiba-tiba pencarianku
berhenti dengan muka merah dan bingung. kok namaku terpampang sangat besar di
pojokkan dengan tulisan Keren Pratama. Aduh
seperti mencari orang hilang saja pakai acara ditulis di kertas lagi namaku.
Dengan
perlahan-lahan melangkah aku memperhatikan wajah yang ada didepanku, ternyata
berbeda dengan yang ada di foto yang diberikan ibu, jangan-jangan mereka
berbohong denganku. Ini terlihat lebih ganteng dengan wajah yang berkulit
putih, tingginya 5 cm dariku, hidungnya mancung banget, oh… jika aku
ingat-ingat perkawinan yang berbeda Negara yang dapat menghasilkan gen seperti
ini.. heee…pelajaran biologiku tidak jelek-jelek banget..
Kalau begini
seharusnya aku tidak menolaknya.
2
“ini bukan zaman
siti nurbaya yang harus dijodohkan lagi ibu” kataku
“memangnya kamu
mau jadi perawan tua? kamu itu tidak ada tanggung jawab keren, maunya
jalan-jalan terus, kerja aja belum, mau sampai kapan?” dengan suara yang
sedikit dihaluskan
“Nikah itu gampang
ibu, kalau memang jodoh laki-laki tidak mungkin kemana”
“iya jodoh juga
harus dikejar”
“pokoknya aku
tidak mau”
“oke, kamu boleh
memilih tidak mau tapi tidak ada kartu ATM, tidak ada Kartu kredit dan tidak
ada lagi biaya dadakan semua”
Dengan tatapan
bingung, apa yang harus aku lakukan tanpa kartu-kartuku. Dengan menahan tangis,
diam memandang kakiku yang kukunya belum di cat..
“tidak ada
salahnya mencoba ya.. ibu pasti tidak akan sembarangan menjodohkanmu dengan
orang yang tidak di kenal, jadi tenang saja ibu sudah memilih bibit, bobot dan
bebetnya, apalagi ini anak teman ibu, semuanya sudah ibu tahu”
3
“hi… Keren bukan?”
“iya”
“aku Daniel,
temannya willy, kebetulan dia lagi tidak
dapat menjemput sekarang lagi sibuk keluar kota tapi jangan kecewa dulu tiga
hari kedepan sudah pulang”
“oh…”
“mari kita ngomong
di mobil saja ya”
Dengan langkah
yang lesu ternyata harapanku habis sudah, ini bukan laki-laki yang akan
dijodohkan denganku, aku tarik kembali deh kata-kata tadi ingin dijodohkan.
tapi jika dilihat difoto ada sisi yang hampir mirip hanya beda hidung saja.
Laki-laki itu ternyata
juga tidak mau dijodohkan, jika memang dia mau pastinya tidak akan membiarkan
aku dijemput oleh temannya, hanya aku saja yang bodoh maunya disuruh-suruh ikut
serta dalam perjodohan ini. Em… hanya dapat berdoa untuk bertahan dalam waktu 1
minggu ini setelah itu aku bebas.
Dengan kesunyian
dalam mobil akhirnya aku berinisiatif untuk menyalakan music menekan tombol
player, oh.. david arculate “something about love”.
“kamu suka lagunya?”
kata Daniel
“iya david
termasuk salah satu actor favoritku” kataku
“willy banyak
menceritakan masalah perjodohan ini, aku rasa ini sedikit lucu apalagi kalian
sama-sama tidak mengenal”
Aku hanya diam dan
menatap Daniel berbicara
“apakah kalian
sudah pernah menelpon?”
Aku menggeleng..
Tampaknya Daniel
tahu kalau aku sedang tidak ingin berbicara banyak, jadi dia mengajaku makan
kemudian mengantarku ke hotel tempat aku menginap. Ia berkata nanti sore akan
datang lagi menjemputku untuk keliling Bandung, aku tahu itu hanya permintaan
willy tapi Daniel tidak mengatakannya.
Waktunya untuk
tidur, setelah tadi malam ibu membantu aku untuk memilih pakaian yang layak
dipakai menurut ibu, tapi ternyata ibu lupa sudah menghabiskan waktu dikamarku
dan baru menyadari waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, cepat-cepat ibu
pergi dan berpesan untuk tidur lebih awal karena besok akan naik pesawat pagi.
Tapi kepergian ibu
tidak membuatku untuk tidur lebih awal, hobiku untuk menulis timbul setelah
rasa kantuk belum juga datang akhirnya aku baru dapat tidur pukul 2 pagi.
Ibu bangun lebih
awal dariku, aku baru dapat tidur 2 jam sepertinya ibu tidak bisa tidur juga
dan terlihat lebih bersemangat untuk membangunkanku.
4
Kota bandung
memang tempat yang bagus, selain pemandangannya makanannya juga banyak yang
beragam. Kota bandung banyak didomisili oleh suku sunda dengan bahasa aa dan
neng untuk memanggil abang dan adik sebagai tanda sayang. Makanan pertama yang
aku makan adalah telur yang digoreng tetapi berbentuk seperti gulungan kue,
terlihat sederhana tetapi kreasi dari sebutir telur sangat bernilai sekali,
dari sanalah aku menyukai makanan sunda.
Daniel banyak
bercerita tentang Bandung, dari hal yang kecil hingga menurutku tidak penting
juga diceritakannya, tapi aku mengagab itu bagus karena aku bukan tipe orang
yang dapat berbicara banyak dengan orang yang baru aku kenal, dan ini
kesempatanku untuk diam dan tidak perlu mencari bahan untuk pembicaraan.
Tapi satu hal yang
masih mengganguku daniel tidak pernah membicarakan tentang willy selain di
dalam mobil tadi siang.
Kami keliling
Bandung hingga malam, tempat aku menginap juga sudah sangat sepi hanya ada aku
dan daniel di ruang duduk, banyak sekali yang kami bicarakan, daniel teman yang
enak di ajak ngobrol, sudah tidak ada rasa canggung lagi dengannya padahal kami
baru kenal tadi siang, hingga akhirnya
david menanyakanku
“mengapa kamu mau
dijodohkan? Apa pacar kamu tidak marah?”
“aku tidak punya
pacar, kau tahu aku dan willy juga karna aksi perjodohan ibuku dan ibunya, jadi
tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya”
“apa kau setuju? inikan
hal yang dapat kau tolak, apalagi masalah masa depanmu?”
“entahlah, aku
rasa tidak ada salahnya mencoba. Menurutmu bagaimana, terasa aneh bukan?”
dengan tetap memperhatikan langit yang bertaburan bintang, aku tersenyum
membayangkan apa yang akan terjadi jika ternyata laki-laki yang dijodohkan tidak
datang juga…
Cukup lama kami
duduk hingga akhirnya Daniel memecah kesunyian.
“aku harus pulang,
aku rasa kau perlu menelpon willy untuk menanyakan keberadaannya setidaknya
agar tidak merasa canggung pada saat bertemunya nanti”
Hanya
menganggukkan kepala, karena tidak ada yang dapat aku jawab apakah perlu
menolak atau tidak.
Dengan lambayan
tangan Daniel meninggalkanku. Daniel tinggal di hotel yang sama denganku, kamar
kami berseberangan dari jendela terlihat Daniel sedang mengetik di depan
laptopnya. Terdapat rasa kagum terhadapnya dengan kesibukan yang banyak sekali
dia masih tetap membantu temannya.
5
Kami sudah
berkeliling, Daniel mengajakku ke museum, ketempat-tempat yang belum pernah aku
pergi, dan mengajakku berburu kuliner. kami seperti pasangan kekasih saling
memberi suapan, bergandengan tangan, terasa rasa aman, dan tidak ingin dia
pergi, tidak ingin laki-laki yang dijodohkanku datang dan memisahkan kami. Oh..
tidak, apa aku mulai menyukainya? Tidak, ini tidak boleh terjadi ibu akan marah
dan merasa malu dengan temannya tersebut.
Kami duduk
ditaman, suasana yang tenang dan terlihat langit sudah menguning dan mendung.
Kami hanya diam dan memperhatikan kolam didepan,..dengan tetap menggenggam
tanganku Daniel berkata “Karen apa kamu mau menjadi teman hidupku?”
Dengan tatapan
terkejut aku menatapnya, ternyata dia juga sedang menatapku tidak ada kata-kata
yang dapat aku ucapkan.
“apa yang kamu
lakukan jika ternyata aku adalah laki-laki yang dijodohkan oleh orangtuamu?”
“apa maksudmu
Daniel?”
“aku berharap kamu
tidak marah, selama ini aku sudah berbohong”
Dengan menyipitkan
mata, aku masih tetap menatapnya dengan pertanyaan yang banyak sekali
dikepalaku, Daniel tetap melanjutkan bicaranya
“sebenarnya aku
laki-laki yang dijodohkan oleh orangtuamu”
“apa?” dengan
suara yang rendah karena terkejutku, aku masih tidak dapat melanjutkan
pertanyaan.
“aku berharap kamu
tidak marah ya keren, awalnya aku juga tidak ingin dijodohkan makanya aku pura-pura
menjadi Daniel”
“apa maksudmu?
lalu siapa yang ada difoto itu?”
“itu adikku, kami
punya wajah yang hampir sama, aku sengaja mengirim fotoku satu hari sebelum
keberangkatanmu agar orangtuamu tidak sempat bertemu dengan orangtuaku”
Entah apa yang
terjadi air mataku tiba-tiba mengalir, aku berusaha menahannya, apa ini karena
aku senang atau aku merasa sedih karena selama ini aku telah dibohongi.
“keren please,
jangan menangis aku tahu, aku salah maafkan aku ya”
Aku Hanya dapat
mengangguk, dengan perlahan Daniel menghapus air mataku dan memelukku.
“jadi kamu tidak
marahkan, apa kamu masih mau menjadi pacarku?”
“yah, aku mau,
tapi dengan syarat”
“he… apa maksudmu
dengan syarat?”
“please jangan
memelukku dengan erat seperti ini, aku sesak napas tau”
Daniel melepas
pelukannya…”itu syarat yang mudah sekali”
6
Hari ini, aku
sudah dibandara, dengan tetap menggenggam tanganku, willy sepertinya tidak
menginginkan aku pergi. Setelah kejadian ditaman dan kejujurannya. Aku sudah
dapat memaafkannya, setidaknya dia juga menyukaiku, jadi tidak ada rasa marah
yang dapat aku keluarkan padanya.
“aku harap kamu
mau menelponku jika sudah sampai di rumah”
“iya Daniel”
“loh kok tetap
manggil Daniel sih?”
“siapa yang suruh,
pakai nama Daniel, jadinya aku ingat terus, wuek..”
“dasar, siapa juga
percaya-percaya aja dengan omonganku”
“ih… kamu tuh ya
tidak mau mengalah lagi, aku uda mau pulang sekarang”
dengan memelukku “
he…iya…hati-hati dijalan ya, jangan suka jalan-jalan lagi, jangan melirik
laki-laki lain lagi, ingat aku banyak mata-mata disana”
“iya aku juga
sudah tahu mata-matamu siapa”
Dengan melepas
pelukannya.. kami berpisah dalam hati aku berkata ibu aku rasa candidat ibu
lolos dalam seleksi, tidak perlu mencari yang lebih baik dari ini lagi, sudah
cukup satu ibu..
Terasa berat
langkahku tapikan kuliahku belum selesai, dengan semangat 45 aku ingin
cepat-cepat menyelesaikan kuliahku dan kembali kesini jadi kami tidak perlu
berpisah dalam waktu yang cukup lama seperti ini lagi.
7
Dengan senyum yang
terpancar, dengan mata tertutup dan duduk tenang ditaman, aku dapat melihat
ketenangan dari wajahnya. Terlihat rambut kecil bertebaran diwajahnya, ingin
rasanya menggeser rambut yang menganggu, tapi aku tidak mengenalnya, apa
hubungannya denganku.
Aku bertemu
dengannya lagi di acara ulang tahun nenek, awalnya aku merasa terpaksa datang
tapi kalau jadinya seperti ini sih tidak apa-apa. Tapi siapa dia mengapa dia
ada di acara keluargaku. Dia duduk dipojok, ingin rasanya menemaninya tapi
sepertinya dia asik bermain dengan handphonenya.
Untuk ketiga
kalinya, aku menatap perempuan yang cantik didepanku, ingin rasanya tidak
melanjutkan rencana yang sudah aku buat, tapi tidak boleh, ini harus tetap
dilakukan, aku sudah terlanjut berbohong. Dia terlihat sangat dingin,
jangan-jangan dia juga tidak menyukai aksi perjodohan ini, apa yang harus aku
lakukan..
Mengapa ibu tidak
memberitahuku terlebih dahulu siapa perempuan yang akan dijodohkan padaku. Setidaknya
aku dapat bersiap-siap.
Dia juga menyukai
music yang sama, sama-sama menyukai kuliner, sama-sama menyukai lukisan tapi
tidak dapat melukis. Wajah dan senyumnya sudah kembali seperti semula seperti
pertama kali aku bertemu dengannya di taman.
Di bawah sinaran rembulan,
dia menatap bulan, dengan senyuman yang terpancar, oh… tidak, apa yang
dipikirkannya.. Ingin rasanya memeluknya malam ini, tidak boleh ada lagi
laki-laki yang dapat mendekatinya lagi.
Akhirnya aku dapat
mengatakan sejujurnya, aku tidak dapat menahannya lagi, dia perempuan yang
selama ini aku cari, gadis taman yang senyum yang tidak dapat aku lupakan.
Dia juga
menyukaiku, akhirnya aksi perjodohkan ibu tidak berlanjut lagi, ibu aku hanya
mau perempuan ini jangan ada lagi jadwal perjodohan untuk berikutnya. (end)
Selasa, 01 Mei 2012
masakan anak kos dan nasi kotak
bakso tempe ala aurelia ita
cap cay sotong
oseng cangkok manis
ikan sambal goreng
nasi kotak easy
semur nanas
Langganan:
Postingan (Atom)





